Kartini Teladan Poligami, Benarkah?

By |2018-04-27T11:07:16+00:00April 21st, 2018|LAINNYA|0 Comments

Hari ini beredar berbagai gambar dan media untuk memperingati hari lahir R.A Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Yang menarik, ada meme yang beredar cukup luas karena mengaitkan ibu Kartini dengan poligami. Berikut salah satu gambarnya:

Setelah membaca tulisan menghebohkan pada gambar tersebut, timbul rasa penasaran untuk memeriksa fakta di baliknya. Apakah benar Kartini pro poligami? Berikut hasil pemeriksaan fakta yang kami dapatkan dari Wikipedia berbahasa Inggris mengenai Kartini.

Fact check#1: Benarkah Kartini Anak dari Istri KETIGA Bupati Jepara?

Kartini lahir pada masa penjajahan belanda di tahun 1879. Ia anak dari pasangan bapak seorang Bupati Jepara bernama Sosroningrat dan ibu seorang guru agama di Telukawur bernama Ngasirah.

Ngasirah merupakan istri pertama Sosroningrat, tapi bukan istri satu-satunya. Pada masa itu, poligami merupakan hal lumrah di kalangan ningrat.  Peraturan kolonial Belanda pun mengharuskan seseorang yang ingin menjadi kepala daerah wajib menikah dengan turunan ningrat. Sayangnya Ngasirah bukan keluarga ningrat. Sosroningrat kemudian menikah dengan Woerjan (Moerjam), anak dari raja Madura bernama Tjitrowikromo. Setelah menikah dengan istri keduanya, barulah ayah Kartini diangkat menjadi bupati Jepara.

Fact check#2: Benarkah Kartini Istri KETIGA dari Bupati Rembang?

Kartini dipingit sejak usia 12 tahun. Namun semasa dipingit, beliau tidak terputus dengan dunia luar. Kartini memanfaatkan waktunya dengan bersahabat pena dan membaca buku. Salah satu buku yang dibacanya ialah karya Max Haveelar dan surat cinta karangan Multatuli.

Pada usia 24 tahun, Kartini dinikahkan dengan Bupati Rembang bernama Joyodiningrat pada tanggal 12 November 1903. Bupati Rembang ini sudah memiliki tiga istri sebelum menikah dengan Kartini.

Fact check#3: Benarkah Kartini Pro dan Merupakan Teladan Poligami?

Kartini sebenarnya menentang poligami. Namun demi rasa bakti terhadap orang tuanya, dia pun bersedia dipoligami. Tetapi Kartini mengajukan sejumlah syarat agar mau dinikahi oleh Joyodiningrat, antara lain:

  1. Kartini tidak mau melakukan prosesi adat berjalan jongkok, berlutut, dan menyembah kaki suami.
  2. Kartini ingin dibuatkan sekolah dan mengajar di Rembang.
  3. Dalam keseharian, Kartini ingin berkomunikasi dalam bahasa Jawa.

Setelah semua syarat tersebut dipenuhi, maka Kartini pun sah menikah menjadi istri ke-empat Bupati Rembang. Kartini dikaruniai seorang putra bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904. Namun sungguh disayangkan, Kartini meninggal empat hari setelah kelahiran putranya pada tanggal 17 September 1904.

Demikian pengecekan fakta yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber. Gambar meme tentang poligami Kartini hendaknya dilihat sebagai lelucon saja, jadi jangan dianggap serius. Apalagi sampai dijadikan referensi untuk minta nikah lagi sama istri. Bisa-bisa panci melayang..

Catatan: Foto potret Kartini merupakan hak Cipta Tropenmuseum, bagian dari National Museum of World Cultures, CC BY-SA 3.0, 

About the Author:

Wingman Asia co founder, professional photographer, and meth dealer..I mean MATH teacher! Follow him on Instagram @nidalap

Butuh Bantuan? Hubungi kami via WhatsApp

Mobile: 0812.1817.2995

Mari langganan konten Blog di Wingman Asia. GRATIS!

Dapatkan artikel menarik seputar tips hubungan asmara, kisah cinta inspiratif, kutipan lucu maupun yang serius, dan masih banyak lagi LANGSUNG via Email.
Isi alamat email anda di bawah ini lalu tekan tombol "Mulai Langganan"
MULAI LANGGANAN
close-link
Suka menulis artikel?
MARI BERGABUNG
menjadi tim penulis Wingman Asia dan dapatkan uang tambahan 
KLIK DI SINI untuk melamar
Hanya pelamar terseleksi yang akan kami hubungi.
close-link